Ahad, 22 Ogos 2010

TERTAWA DI DUNIA MENANGIS DI AKHIRAT


Dalam satu hadith, Nabi saw bersabda ’Banyak tertawa dan tergelak-gelak itu mematikan hati’.
Banyak tertawa menjadikan hati semakin malap dan tidak berseri. Lampu hati tidak bersinar dan akhirnya terus tidak menyala. Hati tidak berfungsi lagi.
Nabi Muhammad melarang ummatnya dari gelak-ketawa yang melampuai batas. Menurut hadith, banyak ketawa menghilangkan akal dan ilmu.  Barangsiapa ketawa tergelak-gelak, akan hilang satu pintu daripada pintu ilmu.
Kenapa dilarang ketawa berdekah-dekah? Dalam keadaan suka yang keterlaluan, hati kita lalai dan lupa suasana akhirat dan alam barzakh yang bakal kita tempuhi kelak. Sedangkan dahsyatnya alam tersebut tidak dapat dinukilkan dalam sebarang bentuk media. Kita sedang menuju ke satu destinasi yang belum tentu menjanjikan kebahagiaan abadi. Sepatutnya kita berfikir bagaimana kedudukan kita di sana nanti, sama ada berbahagia atau menderita.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...